Rabu, 24 Desember 2014

Betapa Beresikonya Belanja Online








Belanja online....dengan cara ini seseorang bisa dengan mudahnya bertransaksi. Sayangnya kemudahan seperti ini banyak dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan aksi penipuan, terutama jika barang itu bukan stok dari situs penjualnya. Berikut ini akan kita bahas seputar belanja online dari tingkat yang paling beresiko (versi saya):



1. Transfer langsung dari Pembeli ke Penjual

Ini adalah transaksi yang paling beresiko, dimana penjual setelah menerima uangnya akan langsung menonaktifkan teleponnya atau memblok pembeli dari messenger. Siap membahas kenekatan penipu yang seperti ini ? Oke, ada beberapa kemungkinan yang dianggap penipu aman dalam melakukan ini padahal rekeningnya bisa di blok dan alamat yang punya rekening bisa di telusuri.

- Penipu punya rekening dengan data KTP daerah lain, sehingga mungkin jika ditelusuri tidak akan menemukan pelaku.

- Penipu membajak rekening dengan pengubahan nomor telepon yang terdaftar. Penipu yang seperti ini biasanya cukup mengenal tekhnologi dan memilih korban yang awam sebagai mangsanya. Si penipu bisa memanfaatkan rekening korban untuk 'media' transit transfer untuk menipu pembeli. Sementara itu korban yang rekeningnya dibajak tidak hanya menderita kerugian tapi rekeningnya bisa diblok & mungkin saja diproses hukum.

- Penipu mungkin berada di daerah pelosok dimana kemungkinan dia merasa aman & jauh dari kepolisian

- Penipu yang benar-benar nekat & kurang pengetahuan, ini yang paling sering tertangkap



2. Rekening Bersama

Jika pernah menjelajahi Bukalapak.com maka kalian akan menjumpai sistem ini. Dimana pembeli tidak mentransfer uang langsung ke penjual, tetapi melakukan pembayaran ke rekening situs tersebut, setelah barang pesanan kita terima dalam kondisi seperti yang disepakati, pembeli akan memberitahu ke situs dan uang akan dikirimkan ke penjual, tapi jika barang tidak sesuai maka bisa dibatalkan dengan mengembalikan barang ke penjual dan uang pembeli akan dikembalikan oleh pengelola situs. Sebenarnya ini tak kalah tidak amannya dari yang pertama, karena ada kasus para penjual yang dirugikan. Barang yang diterima pembeli dalam kondisi bagus sengaja dirusak atau alat didalamnya ditukar/diambil, lalu barang dikembalikan ke penjual.



3. COD

Ini adalah cara paling aman, tapi bukan berarti tanpa celah kejahatan. Sistem pembayaran yang langsung bertemu antara penjual dan pembeli ini benar-benar harus diatur lokasi pertemuannya. Misalnya ditempat yang ada petugasnya, atau datang ketempat penjual membawa teman dan lebih baik lagi jika diantar langsung kerumah.



Lalu adakah transaksi yang sangat aman ? mungkin ada tapi saya mau tidur dulu...sudah pukul 02:28 dinihari :)






Tidak ada komentar: