Minggu, 15 Desember 2013

SyifaZia Dibuku Biru



Tibalah kami di Bandara Tjilik Riwut palangkaraya, dengan sebuah travel yang ku carter kami akan meluncur ke Banjarmasin melewati jalan Trans Kalimantan, memandangi pepohonan yang rindang menyejukkan hati hampir dsepanjang jalan, beratus- ratus kilometer ditempuh beberapa jam dengan kecepatan diatas 100km/jam. Yah... getarannya tak beda jauh seperti saat Lion Air mendarat,beberapa kali hempasan kecil yg membuat Syifa agak mual namun dia tetap senyum-senyum memandangku, sepertinya dia belum biasa dengan kecepatan mobil seperti ini, ku usap penuh kasih sayang kepalanya. Syifa adalah istriku yang selalu menggunakan kerudung, sikapnya yang lembut, logat sunda-nya yang ramah,dibalik semua itu dia adalah sosok wanita yang tangguh..aku sangat menyayanginya.


4 jam sudah menempuh perjalanan akhirnya kami sampai pada sebuah pusat keramaian kota Banjarmasin, tubuhku agak lesu,rasa kantuk datang,sebenarnya aku ingin cepat-cepat tidur,tapi misiku masih belum tuntas, apalagi ketika itu kulihat Syifa sudah meraih tas kecilnya tak sabar merasakan hawa pulau kalimantan yang belum pernah dikunjunginya, aku bangkit lalu keluar dari travel... Hmmm..sudah jam 3 sore, aku segera membeli minuman suplemen untuk menyegarkan tubuh yang cukup letih,ya..paling tidak menambah voltase mataku yg tinggal 5 watt lagi.


Inilah perjalanan pertama & sekaligus yang meletihkan untukku dan Syifa, sebenarnya dari pagi-pagi kemaren kami berangkat dari Cikalong Wetan,Jawa Barat ke Jakarta melewati jalanan yang macet,dengan susah payah mencapai Pulo Gadung mencari tempat menginap,ya... tempat yang biasa saja, kami menginap di Hotel Fatrasari didepan terminal bus,sore itu juga kami membeli camilan kecil untuk berangkat pagi-pagi, semalaman aku tak nyenyak tidur takut kesiangan maklum jadwal pesawat berangkat jam 7 pagi,rasa kantuk dikalahkan paras indah sosok Syifa yang tidur terlelap dengan senyum manis menggemaskan,wajah tenang yang mendamaikan. Betapa besar perasaan cintaq padanya.


Jam 3 pagi kami bangun, mandi lalu bersiap check out dari hotel,setelah menyerahkan kunci kamar & mengambil KTP kami bergegas kedepan, diluar sudah banyak taxi lalu lalang mencari penumpang, ya ... Jakarta tak pernah tidur.... tak menunggu lama kami masuk kesebuah taxi,dingin sekali,kami berdua segera merapatkan jarak,mata Syifa yang berbinar cukup mmbuat tubuhku kembali hangat.


Sesampainya dibandara,kami sempat bersantai diluar... melihat Kota Jakarta yg akan kami tinggalkan,setelah menyerahkan tiket online kami segera masuk ruang tunggu,tampak wajah Syifa semakin membugar,Ku lihat ada sesuatu yang membuat perasaannya bangga,kubiarkan dia larut didalam kebanggaan itu. walaupun sempat ditunda setengah jam akhirnya kami masuk juga kedalam pesawat Garuda Indonesia menuju Palangkaraya.


Didalam pesawat itu kami manfaatkan untuk istirahat,perjalanan selama 1,5 jam sqngat tak terasa dengan tangan yang saling berpegangan,hingga pesawat mendarat sempurna di Palangkaraya.


Itulah yang membuat tubuhku cukup letih ketika sudah sampai Banjarmasin, tujuanku kali ini adalah mengenalkan budaya melayu kalimantan, mengenalkan cengkok-cengkok berbeda dari tiap daerah, juga mengenalkan banyak bahasa-bahasa yang belum pernah didengarnya. Kadang kami mendekati orang yang bercakap- cakap,yaah.. sebagian memang ada yang terdengar keras, itulah budaya,jika itu adalah sebuah perbedaan maka itulah maksud dciptakanNYA kepahaman.


Diwarung kecil pinggir jalan, disebelah pangkalan ojek, disitulah tempat yang kami singgahi,dengan jelas percakapan bahasa banjar kami dengar, dia sering menanyakan artinya...sebenarnya aku pun belum 100% menguasai bahasa banjar, ada juga yang berbicara dengan cengkok kental yang kadang membuat syifa tersenyum mendengarnya lalu melirikku,aku mmbalas senyumnya dengan muka tersipu,aku berfikir adatku sudah telanjang padanya.


Banyak tempat yang kami kunjungi hingga memasuki waktu magrib, kami pun menyempatkan untuk singgah di Mesjid Raya Kalimantan Selatan, Sabilal Mukhtadin lalu sholat bersama, diujung do'a terasa benar betapa besar Allah ciptakan rasa cintaku kepada Syifa, aku menyanggupi itu menjadi sekuat apapun hidup bersamanya. Setelah magrib selesai,travel carteran segera datang dan menunggu didepan gerbang mesjid, aku dan Syifa pun perlahan masuk ke mobil berangsur meninggalkan Banjarmasin, lalu pulang ke Mandomai. Tak lupa kami ucapkan "selamat malam Kalimantan Selatan".


=======ooo0ooo=======

*Cerita Harapan :
Zia Putra Persada & Syifa Fazriah Ulfah
*Judul :
SyifaZia Dibuku Biru
*Oleh :
Zia Putra Persada
*Lokasi 1 :
Cikalong Wetan , Bandung Barat , Jawa Barat
*Lokasi 2 :
Mandomai , Kapuas Barat , Kalimantan Tengah
*Hak Paten :
Zia Putra Persada & Syifa Fazriah Ulfah
*Dilarang copy paste !!!

Tidak ada komentar: