Kamis, 12 September 2013

Kayu Manis Bantu Kurangi Kadar Gula Pada Penderita Diabetes




kayu-manis-bantu-kurangi-kadar-gula-pend
Ilustrasi. (Thinkstock)


Kayu manis tak hanya sebatas memberikan cita rasa pada masakan, bumbu dapur ini juga memiliki khasiat bagi kesehatan terutama bagi penderita diabetes. Penelitian terbaru menemukan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi suplemen mengandung kayu manis memiliki kadar glukosa plasma puasa yang lebih rendah dibanding penderita yang tidak mengonsumsi suplemen tersebut.


Penelitian juga menemukan bahwa kayu manis memiliki manfaat penting bagi kesehatan jantung seperti mengurangi kolestrol total, kolestrol buruk (LDL), dan trigliserida, serta meningkatkan kolestrol baik (HDL).


Dalam percobaan, peneliti melakukan sepuluh percobaan secara acak dengan melibatkan 543 pasien diabetes tipe 2. Studi ini membandingkan antara orang yang mengonsumsi kayu manis dalam bentuk pil dengan dosis 120 miligram hingga enam gram per hari, dalam kurun waktu selama empat hingga 18 minggu, dengan pasien yang tidak mengonsumsi kayu manis.


Suplemen yang digunakan dalam sepuluh kali percobaan adalah Cinnamomum cassia, di mana pasien dianjurkan meminumnya sebelum, selama, atau setelah makan. "Ketika menggabungkan hasil dari semua cobaan, kami menemukan bahwa pada pasien diabetes tipe 2, kayu manis memberikan manfaat pada kadar kolesterol dan glukosa dalam darah," kata peneliti Olivia Phung, asisten profesor farmasi dari Western University of Health Ilmu di Pomona, California, AS.


Berbagai penelitian terhadap khasiat kayu manis menunjukkan hasil beragam. Studi pada 2008 menngungkap bahwa kayu manis tidak berpengaruh terhadap kadar gula dalam darah dan kolestrol. Namun demikian, dalam analisis terbaru melibatkan penderita diabetes, studi awal menunjukkan terdapat senyawa dalam kayu manis yang bertanggung jawab bagi kesehatan yakni zat yang dikenal sebagai cinnamaldehyde.


Meskipun masih belum jelas bagaimana kayu manis dapat meningkatkan gula darah, peneliti menduga zat ini dapat merangsang pelepasan dan efek dari insulin. "Dengan meningkatkan aktivitas insulin, hal tersebut diasumsikan terdapat kontrol yang lebih baik pada glukosa darah," kata Phung.


Dalam studi tersebut, penderita yang biasanya mengonsumsi obat diabetes, menunjukkan kadar glukosa puasa mereka menurun hingga hampir 25 miligram/desiliter.


Hasil ini memang lebih kecil dibandingkan jika pasien mengonsumsi obat metformin diabetes yang dapat menurunkan kadar gloukosa hingga 58 miligram/ desiliter. Namun sedikit lebih baik baik bagi pasien yang megonsumsi obat-obtan baru seperti sitagliptin yang hanya menurunkan kadar glokosa sekitar 16 - 21 miligram/ desiliter. Peneliti menegaskan bahwa mereka belum mengetahui persis dosis kayu manis yang sesuai bagi penderita diabetes tipe 2 dan lamanya atau waktu frekuensi suplemen untuk dikonsumsi.


Masih belum jelas pula pasien mana yang paling banyak mendapatkan pengaruh baik dari mengonsumsi kayu manis ataukah kayu manis menjadi pilihan terbaik bagi pengobatan diabetes. Phung menambahkan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan sebab-akibat antara asupan kayu manis dengan peningktan kontrol diabetes. Namun demikian, dari analisis ini terlihat bahwa kayu manis berguna untuk mengobati diabetes.





kata kunci : kayu manis obati diabetes , obat diabetes mujarab , cara mengobati diabetes paling mudah , ramuan untuk obati diabetes , cara mencegah agar tidak diabetes , ramuan alami atasi diabetes , agar tidak terkena diabetes zetzia

Tidak ada komentar: