Selasa, 19 Maret 2013

Memory Tumbang Kajuei (2010)

Memory Tumbang Kajuei 2010

(Catatan "Memorial Januari 2010")


Panorama malam yang dilanda kabut asap seakan menyatu dalam gulitanya warna kelam kegelapan, semilir yang menghembus membuaikan sentuhan dingin mengilukan urat nadi dan persendian. Suara denging, burung-burung malam,lengking jangkrik dan belalang memekakkan telinga,semua menjadi bising,sebuah pelita...

Sebuah penerang sederhana yang mampu menyinari sekitar,namun cahayanya mampu menghantarkan hangatnya kelubuk hati, cahayanya mengubah atmosfir batu menjadi udara,dan aku bisa bernafas dengan sedikit tenang..
Binatang-binatang kecil yang meresahkan mulai lagi menyambar pelita penerangku, beberapa kali pelita itu kupadamkan, lalu kuhidupkan lagi sebagai antisipasi dari sasaran terjangannya.

Dengan posisi ubuh telungkup, dengan kasar dadaku bersentuhan dengan alas tikar yang sudah menjadi akrab padaku, inilah hidup di perantauan.
Namun sebentar lagi aku akan pulang, sembilan hari lagi meski uangku hanya tinggal ongkos namun aku tak perduli, aku tetap ingin pulang bertemu dengan semua kluarga dan kekasihku ,aku merindukannya.
Desa tumbang kajuei, akan ku ingat kampung ini, yang telah kuanggap desaku sendiri, dimana penduduknya masih menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, desa yang memberikan keindahan, pengalaman, kesenangan, persaudaraan, tangisan, penderitaan dan penyesalan, semua rasa yang silih berganti mengisi ruang hatiku.

Desa kajuei adalah sebuah desa yang yang berada dilintasan sungai rungan, dengan hamparan pasir pantai,warna putih susu perairan, danau, hutan, perbukitan, perumahan dan tambang emas sebagai salah satu mata pencaharian penduduknya.

Dengan hawa panas yang menyengat mengakibatkan kulit terasa perih dan keringat brcucuran meski tidak melakukan aktivitas, demikian malam harinya, cuaca sangat dingin membekukan, karna masih belum ada jalur PLN sebagian penduduk masih menggunakan mesin set generator untuk menerangi rumah pribadi & sekitarnya.

Sebuah desa dengan jenjang pendidikan dari TK, SD dan SMP sehingga harus melanjutkan SMA diluar daerah,kebanyakan ke Tumbang Jutuh & kota Cantik Palangkaraya,karna banyak yang sekolahnya diluar daerah sehingga pemuda & pemudinya terlihat sedikit.

Di hulu kampungnya terdapat satu bangunan gereja yang saat ini diberi nama Hosiana, sebuah bangunan yang mirip geraja Bethany Palangkaraya.
Lepas dari itu perairan sungai rungan terdapat banyak jenis ikan yang entah apa saja namanya, salah satunya ikan sebelah (kajajela) yang rata-rata berukuran panjang 35cm,lebar 20cm dan tebal 2cm...namun sayangnya habitat ikan disitu banyak yang punah, itu dikarenakan seringnya penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum listrik disepanjang sungai dan danau-danau'nya.

Sebuah balai yang sepertinya hampir kehilangan fungsi menandakan penduduk yang beragama Kaharingan tinggal sedikit, 80% penduduknya beragama kristen dan untuk agama islamnya masih belum dianut oleh penduduk aslinya.
Sebagai pengisi waktu istirahat, khususnya sore hari mereka memanfaatkan lapangan sekolah untuk bermain volley ball dan badminton, mereka cukup handal dalam olahraga itu karena semenjak kecil mereka sudah sering bermain dihalaman sekolah mereka tak terkecuali tua muda,laki2 dan perempuan.

Setiap sore selalu ada pertandingan voli sehingga banyak warga yang datang menyaksikannya, kecuali para gadis2 pemalu yang hanya bersembunyi dirumahnya menutup diri dari lingkungan sekitar.

Satu hal yang menarik dari desa Tumbang Kajuei, yaitu desa yang paling banyak mencetak janda, dan juga guru2 disitu banyak yang masih belum bersuami (single & janda), tidak jarang dari para pendatang khususnya tukang bangunan dan tukang-tukang lain menjadikan guru-guru itu sebagai pusat perhatian, bahkan ada orang jawa yang nekat menulis surat kepada guru muda yang dikehendakinya, yang padahal (pada saat itu) saya pun juga naksir... Ha..ha.. Fantastis ya... :D


Special Thanks for :


- Bapa & Indu Ika (Tumbang Kajuei), Kakak Bupati Kuala Kurun Hambit Binti 2010
- Bapa & Indu Puput (Tumbang Kajuei) Pegawai Puskesmas setempat.
- Pak Panduh (Palangkaraya) Big Bos.
- Teman-teman di Tumbang Kajuei.
- Dan untuk semua yang di Tumbang Kajuei, saya mohon maaf atas kesalahan yang ada baik disengaja maupun tidak, saya rindu kalian.

Lagu yang mengingatkan saya dengan kampung ini adalah:
Kangen Band - Pujaan Hati
Wali - Gadis Kerudung Merah
Artikel ini berkaitan langsung dengan postingan Daftar Riwayat Perjalananku, Klik DISINI untuk membaca.

Terimakasih telah berkunjung ke situs paling bergengsi di Tahun 2013 ini , jika punya komentar, saran dan kritik silahkan tulis dikolom yang disediakan.


Zia Putra Persada
Mandomai , Kapuas Barat , KalTeng
Cicadas , Bogor , JaBar
Cikalong Wetan , Bandung Barat , JaBar

Tidak ada komentar: