Jumat, 02 Desember 2011

Info Menarik Tentang Pesawat Terbang ( Zia Putra Persada )



  • "Pesawat ini terbang dengan ketinggian 28.000 kaki"....

    Informasi ini sudah pasti didengar -entah dalam bahasa Inggris, Indonesia, atau bahasa asing lainnya- setiap kali kita berada di dalam pesawat yang hendak take off. Ketinggian terbang pesawat komersial berbeda- beda, tapi berkisar antara 26.000-30.000 kaki.


  • atta.jpggaruda.jpglion.jpg

    Banyak masyarakat kita yang belum tahu seberapa tinggi sebenarnya 28.000 kaki yang diinformasikan oleh pramugari. Hal ini wajar karena di Indonesia satuan tinggi biasa kita sebut dalam meter (mengikuti standar Eropa). Istilah kaki (foot/feet) dipakai dalam satuan tinggi di USA.

    Berapa tinggi sih 28.000 kaki?

    8,5 km adalah angka yang sangat tinggi jika kita membayangkan berada di udara. Jika Anda di Jakarta, 8,5 km itu kurang lebih sama dengan jarak dari Mall Taman Anggrek ke Patung Pancoran. Jadi pesawat yang sering kita terbang itu setinggi 8,5 km dari permukaan laut.

    Anda tak bisa kuatir dengan fakta itu karena kita butuh waktu yang efisien dengan naik pesawat. Saat terbang, nasib penumpang berada di tangan Tuhan dan pilot! Saya pernah membaca buku doa yang ada di pesawat Sriwijaya Air, terlantun sebait doa yang kurang lebih berbunyi: "Tuhan, berikanlah kebijaksanaan dan akal budi kepada pilot kami...".

    Menurut Ed Galea, seorang pakar keselamatan penerbangan di Inggris, mengatakan bahwa 51% kecelakaan pesawat terjadi saat landing (turun), dan 20% saat take-off (naik). Sisanya terjadi di udara. Disebutkan juga bahwa dalam berbagai kasus kecelakaan penerbangan, banyak ditemukan bagian ekor pesawat masih utuh. Bisa juga diartikan duduk di belakang pesawat adalah tempat yang lebih aman dibanding bagian depan pesawat! Itulah sebabnya black box (kotak hitam) berada di bagian ekor pesawat.

    Fungsi dari kotak hitam adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.
    Walau bagian ekor pesawat biasanya utuh saat kecelakaan, tapi tempat yang paling keras dari pesawat justru berada di bagian tengah (sayap). Karena itulah emergency exit utama berada di dekat sayap.
    Dalam pesawat yang mendarat darurat, Anda harus memastikan bahwa Anda harus keluar dan menjauh dari pesawat dalam 90 detik atau pesawat mungkin meledak! Karena itulah penting bagi kita untuk duduk dekat emergency exit dan duduk di koridor (aisle). Tapi banyak dari kita justru ingin duduk di pinggir jendela dengan tujuan ingin melihat pemandangan. Jika terjadi pendaratan darurat, bisa Anda bayangkan bagaimana Anda berlari keluar jika Anda duduk di dalam (sebelah jendela)?[/color>

    Walau kita merencanakan segalanya, Tuhan Maha Besar. Setiap hari, angkasa bumi berseliweran ribuan pesawat. Jadi, langkah terbaik bagi kita semua adalah berdoa dan proaktif jika melihat sesuatu yang tidak beres di pesawat. Satu kenyataan pahit bahwa kita tak bisa menentukan nasib kita saat berada di dalam pesawat. Bagi pria, buatlah pramugari-pramugari bahagia supaya mereka bisa membuat kopi yang enak untuk pilot dan pilot senang minum kopi nikmat, jadi otak mereka encer terus kalau ada masalah di pesawat hehe. Tapi, sewaktu saya kecil dikatakan orang tua bahwa minum kopi bisa mengakibatkan kebodohan. Waks, mana yang benar?

    Zia Putra Persada

Tidak ada komentar: